• Posted by : Imam Prikitiew Sabtu, 22 Juni 2013

    assalamuailaikum wr.wb 
     kali ini saya akan memberi tahu beberapa  Kebohongan Islam yang belum kita ketahui! selsmst membscs dan semoga bermanfaat.

     







    Kebohongan Islam
    1. Nabi Ibrahim datang ke Mekah.
    Bahwa rumah Allah Israel yang pertama dibangun adalah Bait Allah yang terletak
    di Yerusalem diakui oleh Muhammad pada awal upayanya menjadi nabi. Karena itu
    umat Islam yang awal, diperintahkan dalam sholat menghadap Kiblat yang berada di
    Yerusalem, yaitu Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, raja Yahudi, pada tahun
    1000 SM.
    Bukti Muhammad mengakui bahwa Islam pernah berkiblat ke Bait Allah di Yerusalem
    ada di ayat 2:142:
    2:142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah
    yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu
    mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan
    barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang
    lurus".
    Yang dimaksud Baitul Maqdis adalah Bait Allah Israel yang terletak di Yerusalem.
    Setelah tidak ada orang Yahudi mau menjadi Islam, kiblat Islam dipindahkan oleh
    Muhammad ke Kabah, yang waktu itu masih dikuasai oleh suku Quraisy sebagai
    tempat pemujaan. Lalu Muhamamd berbohong tentang rumah Tuhan (Baitullah) dengan
    mengatakan bahwa Baitullah yang pertama di bangun adalah Kabah yang di Mekah.
    Perhatikan ayat berikut.
    3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat)
    manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi
    petunjuk bagi semua manusia.
    Muhammad menambahkan kebohongannya dengan memasukkan ke dalam al-Quran bahwa
    maqam Ibrahim ada di Kabah dan Ibrahim pernah datang ke Kabah lalu diperintahkan
    oleh Awloh untuk membersihkan bangunan itu.
    2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat
    berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam
    Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail:
    "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku'
    dan yang sujud."
    2:127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar
    Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami
    (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
    3:97. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim;
    barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji
    adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
    mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji),
    maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
    Jika Ibrahim yang dimaksud Muhammad tokoh yang berbeda dengan Abraham yang ada
    di Alkitab sebenarnya tidak masalah tetapi karena al-Quran mencantumkan juga
    bahwa putra Abraham adalah Ismael dan Ishaq dan keponakan Ibrahim adalah Luth,
    tidak bisa dipungkiri bahwa yang dimaksud Muhammad dengan Ibrahim adalah Abraham
    yang ada di Alkitab dan di dalam Alkitab disebutkan makam Abraham ada di Gua
    Makhpela di Tanah Kanaan (Israel sekarang), dengan demikian makam Ibrahim di
    Mekah menjadi bohong.
    Kejadian 25:7-11
    Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati
    pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan
    kepada kaum leluhurnya. Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia
    dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang
    letaknya di sebelah timur Mamre, yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di
    sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya
    Menurut cerita Abraham yang ada di dalam Alkitab, mula-mula Abraham adalah
    penduduk Ur-Kasdim yang terletak di lembah sungai Messopotamia (Irak sekarang)
    lalu pergi ke Tanah Kanaan. Karena ada kelaparan di Tanah Kanaan, Abraham dan
    keluarganya mengungsi ke Mesir, lama tinggal di Mesir menjadi kaya lalu kembali
    ke Tanah Kanaan sampai meninggal di Tanah Kanaan. Jarak yang ditempuh dari
    Messopotamia ke Tanah Kanaan, lalu ke Mesir dan kembali lagi ke Tanah Kanaan
    sekitar 2000 km. Dengan berjalan kaki jarak sejauh itu mungkin saja ditempuh
    selama hidup. Tetapi menjadi tidak mungkin, Muhammad mengatakan Ibrahim datang
    ke Mekah yang jaraknya sekitar 1200 km dari Tanah Kanaan dan meninggal di Mekah.
    Ketika Muhammad hidup kisah tentang Abraham yang ada di Alkitab sudah berusia
    sekitar 1200 tahun, lalu Muhammad tiba-tiba mengatakan maqam Ibrahim ada di
    Mekah, menjadi jelas bohong besar. Araham tidak mungkin datang ke Mekah dan
    tidak ada alasan datang ke Mekah karena 2500 tahun sebelum Muhammad lahir belum
    ada kehidupan di Mekah dan orang yang namanya Abraham diperkirakan hidup 2000
    tahun sebelum Masehi atau 2500 tahun sebelum Muhammad lahir.
    Jika cerita tentang Ibrahim yang dimaksudkan Muhammad hanyalah dongeng yang
    tidak perlu diangap seritus tidak menjadi masalah. Tetapi karena al-Quran harus
    dipercaya sebagai kata-kata Awloh dan cerita Ibrahim berasal dari Awloh yang
    tidak mungkin salah persoalan menjadi serius. Jika sejarah Kabah ditulis apa
    adanya, dibangun oleh orang Arab Quraisy sebagai tempat pemujaan yang diduga ada
    pengaruh Hindu dan cerita itu ditulis dalam sejarah Arab, maka apa yang
    didongengkan oleh Muhammad di dalam al-Quran menjadi salah dan akan menunjukkan
    bahwa al-Quran isinya bohong. Karena itu dengan sengaja orang Arab menghapus
    sejarah masa lalu bangsanya sendiri agar al-Quran tidak terbongkar bohongnya.
    Coba cari sejarah Arab sebelum Islam sudah dihapus dan belakangan ada yang
    menulis sejarah Kabah berdasarkan penelitian. Tuisan itu pernah ada di internet,
    tetapi kemudian hilang sejak ribut-ribut Kartun nabi.
    2. Air Zam-zam
    Salah satu kegiatan penting orang yang baik haji adalah mendapat air Zam-zam dan sedapat mungkin membawa pulang air Zam-zam sebagai oleh-oleh. Dalam cerita Islam air Zam-zam itu berasal dari cerita Siti Hagar dan anaknya Ismail yang sumber aslinya ditulis di dalam Kitab Kejadian yang sudah ditulis oleh orang Yuhudi sekitar 1250 tahun sebelum Muhammad lahir. Perhatikan cerita di bawah ini.
    Pada mulanya Sarai istri Abram (kemudian nama itu diganti oleh Tuhan menjadi Abraham dan istrinya dari Sarai menjadi Sara) yang mandul menjadi putus asa karena janji Tuhan memberinya keturunan tidak juga dipenuhi, lalu ia memberikan budaknya yang orang Mesir yang dalam Aliitab disebut bernama Hagar, untuk disetubuhi oleh suaminya dan ketika Hagar mengandung, budak itu mulai menyebalkan Hagar lalu Hagar curhat kepada suaminya.
    Kejadian 16: 6-16 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
    Setelah itu ternyata janji tuhan dipenuhi, Sara mengandung dan lahirlah Ishak. "Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya." (Kejadian 21:5)
    Setelah mendapatkan anak, Sara tidak senang dengan Ismael Perhatikan cerita selanjutnya.
    Kejadian 21: 8-21 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu





    jangan lupa LIKE ya

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • Copyright © 2013 - Hyperdimension Neptunia

    Imam Prikiboy - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan